HOOQ Pikat Konsumen Indonesia Dengan Hadirkan Lebih Banyak Konten Lokal

Umur HOOQ di Indonesia masih terbilang sangat muda. Layanan streaming video ini baru dilucurkan pada bulan April 2016 lalu. Meski demikian, hingga hari ini setidaknya lebih dari 500.000 konsumen di Indonesia telah mencoba layanan streaming video tersebut.

Respon konsumen Indonesia pada HOOQ memang terbilang sangat positif. Akan tetapi mereka tetap harus bersaing dengan iFlix yang juga baru diluncurkan di Indonesa dan beberapa layanan streaming video lain. Lantas bagaimana strategi mereka untuk terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan layanan streaming video ini?

HOOQ

Mengedepankan Konten Lokal

Untuk menembus pasar Indonesia sekaligus menarik minat banyak konsumen di tanah air, HOOQ pun berusaha untuk menghadirkan lebih banyak konten lokal. Bahkan Guntur S. Siboro selaku Country Head HOOQ Indonesia berani mengatakan bahwa dibanding layanan streaming video lain yang sudah hadir di Indonesia, perusahaan tersebut masih terbilang yang terbaik jika berbicara mengenai jumlah dan kualitas konten lokal. Guntur pun juga mengatakan bahwa perbandingkan antara konten asing dan konten lokal yang dimiliki layanan streaming ini mencapai 50:50.

Selain memiliki koleksi film lawas Indonesia yang lebih banyak dibanding layanan streaming lain, HOOQ juga selalu konsisten dalam menghadirkan Film Indonesia terbaru. Bahkan tanggal 26 Juli 2016 kemarin, HOOQ pun telah mengumumkan bahwa film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) akan hadir secara eksklusif di layanan streaming tersebut.  Kerja sama yang dilakukan oleh pihak HOOQ ini berlangsung selama satu tahun. Sebelum kerja sama berakhir, Anda tidak akan dapat menyaksikan sekuel dari AADC Ini di layanan streaming film lain.

Tentu saja kerja sama tersebut sempat mengundang kekhawatiran karena beberapa pihak menggangap bahwa kerja sama untuk menghadirkan konten lokal secara eksklusif pada layanan streaming tertentu akan membuat konsumen di Indonesisa lebih memilih untuk menunggu kehadiran film-film Indonesia terbaru di layanan streaming dibanding menonton langsung di bioskop. Hal ini memang cukup wajar mengingat pendapatan terbesar produsen film memang berasal dari bioskop.

Namun Mira Lesmana selaku produser film AADC 2 sendiri justru menyambut baik kerja sama tersebut. Pasalnya dia menganggap bahwa kerja sama seperti yang dilakukan HOOQ dapat memerangi pembajakan sekaligus memperpanjang usia film-film Indonesia

Sementara itu untuk menanggapi kekhawatirkan tersebut, Guntur menjelaskan bahwa HOOQ sendiri sangat memahami bahwa industry film Indonesia sangat bergantung  pada bioskop. Oleh sebab itulah, layanan streaming video ini  tidak akan menghadirkan film-film Indonesia yang masih tayang di bioskop.