Disarankan Untuk Pemudik Gunakan Aplikasi Navigasi Demi Keaman dan Kenyaman

KabarTeknologi – Akhir akhir ini cuaca disebagian daerah Indonesia kurang bersahabat. Bahkan beberapa daerah diantaranya masih dilanda dengan hujan deras sehingga bisa menimbulkan banjir bahkan lonsor.

Juru bicara kementrian perhubungan, Hemi Pamuraharjo meminta kepada calon pemudik khususnya yang menggunakan kendaraaan pribadi agar lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai emungkinan ditengah perjalanan, seperti cuaca yang tidak menentu.

Aplikasi Navigasi

Pasalnya hasil dari koordinasi antara kemenhub dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan cuaca alam kedepannya akan cenderung tak menentu, oleh karena semua masyarakat yang akan melakukan mudik kekampung halaman diminta lebih waspada.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Perhubungan juga memaparkan akan menyiapkan peta yang berisi lokkasi rawan macet dan bencana alam pada waktu mendekati mudik. “Kami meminta pemudik mempersiapkan diri. Pengguna jalan agar mengoptimalkan penggunaan aplikasi navigasi jalan yang banyak tersedia seperti Google Maps hingga Waze.” Ujar Hemi dalam diskusi Persiapan Arus Mudik di kantor Staf Kepresidenan, Jakarta.

Oleh sebab itu, Aplikasi Navigasi seperti Google Maps dan Waze memiliki banyak fitur diharapakan bisa memudahkan pengguna dalam perjalanan mudiknya. Dengan aplikasi ini juga pemudik bisa mengetahui kondisi lalu lintas terkini, jalur alternative, hingga tempat beristirahat bila kecapean.

Semntara, Kepala Bidang Manajemen Operasional Lalu Lintas Korlantas Maber Porli, Komisi Besar Porli, Darto Juhartono menuturkan sudah berkordinasi dengan seluruh Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resor untuk tetap besiap siaga menerima segala laporan dari masyrakat, demi kenyamanan dan keamanan lalu lintas dan sekitarnya.

Korlantas juga telah menyiapkan nomer darurat 9119 yang disediakan akan lebih cepat menangggapi dan merespons pengaduan. Tak hanya itu, lanjut Darto, petugas juga berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan alat berat dibeberapa titik yang dinilai rawan bencana.

Khusus bagi pengendara speda motor, tahun ini polisi menambahkan jumlah lokasi tempat istirahat. Jika sebelumnya hanya tersedia 13 titik, namun kini sudah ditambah menjadi 35 titi yang tersebar di ruas – ruas jalan utama. “Kami sediakan tenda, kamar mandi, mushola, posko kesehatan hingga bengkel.” Jelas Darto.

Pemerintah memperkirakan bahwa puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada akhir pekan atau H-4 hingga H-3 lebaran. Menurut Hemi Pamuraharjo, arus mudik tahun ini diperkirakan akan tersebar ataau merata. Penyebabnya hari raya Idul Fitri bertepatan ditengah pekan.