Amazon Akan Ekspansi ke Indonesia, e-commerce Lokal Patut Waspada

Beberapa waktu lalu muncul informasi yang menyebutkan bahwa raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, yakni Amazon tengah bersiap untuk masuk ke Indonesia. Tentu saja masuknya Amazon akan memulai babak baru ranah e-commerce di Indonesia.

Untuk saat ini, memang masih belum diketahui kapan tepatnya Amazon Indonesia mulai beroperasi. Namun, e-commerce asal Amerika Serikat tersebut siap menghabiskan investasi sebesar US$600 juta atau sekitar Rp7,9 triliun untuk tahun pertamanya di tanah air.

Amazon

Sebenarnya rencana Amazon masuk ke pasar Indonesia sebelumnya juga sempat terdengar di akhir bulan Mei 2016 lalu. Waktu itu, Patrick Walujo yang merupakan Co-Founder dari NSI Ventures dan investor dari GO-JEK mengatakan bahwa “Semua orang tahu bahwa Amazon akan hadir di Indonesia,”

Indonesia sendiri memang memiliki potensi bisnis yang cukup besar sehingga tidak heran jika e-commerce besar dari berbagai negara berbondong-bondong untuk hadir di tahan air. Bahkan, banyak yang memperkirakan bahwa di tahun 2020 mendatang, bisnis e-commerce Indonesia diramalkan akan bernilai US$130 miliar atau sekitar Rp1.724 triliun.

Sejauh ini ada beberapa e-commerce dunia yang berhasil menjejakkan kakinya di tanah air. Sebut saja JD yang kini telah meluncurkan situs resminya, Ebay telah meluncurkan e-commerce bernama blanja yang merupakan hasil kerja samanya dengan Telkom dan terakhir ada Alibaba. Raksasa e-commerce asal Cina ini hadir di awal April 2016 lalu dan berhasil mengakuisisi Lazada.

Lantas seperti apa langkah yang akan diambil oleh Amazon? apakah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan lokal seperti yang telah dilakukan eBay atau mengakuisisi e-commerce lain yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia seperti Alibaba? Hal ini masih belum diketahui, tetapi apapun langkah yang akan diambil oleh Amazon, pastinya akan membuat persaingan e-commerce di tanah air semakin panas.

Lalu bagaimana dengan nasib e-commerce lokal? Jika memang Amazon siap menggelontorkan dana sebesar US$600 juta untuk tahun pertamanya di Indonesia, maka dipastikan mereka akan dengan mudah mengungguli e-commerce local.

Sejauh ini, Investasi terbesar untuk e-commerce lokal dipegang oleh MatahariMall. e-commerce ini mendapatkan modal dari Lippo Group sebesar US$500 juta atau sekitar Rp6,6 triliun. Investasi tersebut masih berada di bawah dana yang akan digelontorkan oleh Amazon.

Sementara itu kebanyakan e-commerce tanah air memulai semuanya dari awal. Hal ini berbeda dengan Amazon yang saat ini telah memiliki sistem yang sudah teruji dan cukup berhasil di pasar Amerika Serikat. Selain itu, di India, hanya dalam waktu satu tahun mereka berhasil menggungguli Flipkart dan Snapdeal. Tentunya dengan semua pengalaman tersebut, bukan hal yang sulit bagi raksasa e-commerce asal Amerika Serikat tersebut untuk merajai bisnis e-commerce di Indonesia.