LinkedIn, Situs Sosial Media Paling Berkembang Resmi Diakuisisi Microsoft Seharga Rp 300 Triliun

Jika anda adalah seseorang yang maniak dengan social media, maka anda pasti akan pernah mendengar atau menggunakan jejaring social professional bernama LinkedIn. Jejaring social LinkedIn ini ternyata diciptakan oleh Reid Hoffman di apartemennya sekitar 14 tahun yang lalu. Reid Hoffman jelas saat ini sangat sukses karena LinkedIn ini terus menjadi salah satu situs social media paling berkembang dan terus tumbuh.

Dan kabar terbaru kali ini adalah LinkedIn akhirnya dipinang oleh perusahaan teknologi terbesar di dunia saat ini yakni Microsoft.  Reid Hoffman sendiri memang sangat cerdas karena memiliki pengalaman sangat tinggi seperti menjadi CEO PayPal yang waktu itu baru dibeli eBay. Konsep dari LinkedIn sendiri datang dari konsep mempertemukan orang-orang secara online dimulai Hoffman melalui SocialNet, yang kemudian menjadi ide dasar LinkedIn.

LinkedIn

LinkedIn ini sendiri memang diciptakan lebih spesifikasi oleh Hoffman dan memungkinkan para profesional membangun jaringan pertemanan secara online. Sementara itu perjalanan dalam mengelola LinkedIn ini ternyta Hoffman juga mengalami jatuh bangun yang luar biasa. Tercatat meski memiliki pendapatan USD 3 miliar ternyata LinkedIn juga mencatat kerugian bersih USD 166 juta. Sahamnya juga sempat jatuh hingga 40%.

Lebih dari 30 makelar saham menurunkan proyeksi mereka, setelah LinkedIn mengatakan pertumbuhan pendapatan iklan online melambat 20% di kuartal empat 2015, dari 56% di tahun sebelumnya. Namun LinkedIn sendiri memang tetap menjadi daya tarik bagi beberapa investor karena memang LinkedIn ini terus tumbuh dan membaik dari waktu ke waktu. Sekitar 5 tahun kemudian Sequoia dan pemodal lain membeli 5% sahamnya senilai USD 53 juta, sehingga meningkatkan valuasi LinkedIn menjadi USD 1 miliar.

Bahkan pada tahun 2011 LinkedIn sempat mencuri perhatian banyak pihak dimana LinkedIn ini mampu hadir di bursa saham New York dengan valuasi USD 4,3 miliar. Jelas para investor mengabaikan kerugian yang ada dan terus fokus pada potensinya di masa depan. Dan kantor berukuran kecil yang dimiliki oleh LinkedIn ini mendadak berubah menjadi markas di Mountain View, California, Amerika Serikat (AS), berada satu lingkungan dengan kampus Google dan perusahaan Silicon Valley lainnya.

Sementara itu LinkedIn sendiri saat ini sudah resmi dibeli oleh Microsoft dengan banderol harga USD 26 miliar (Rp 349 triliun) atau USD 196 per lembar saham. Ketika sedang tinggi-tingginya, yaitu pada Februari 2015, nilai saham LinkedIn tercatat mencapai USD 267,20. Beberapa analis mengatakan jika tawaran harga ini sangat murah karena Microsoft memang tercapai ketika harga saham LinkedIn lebih tinggi 50% dibanding saat penutupan pasar saham. Sementara itu kabar terbaru Microsoft sendiri adalah akan siap melakukan monetisasi besar-besaran LinkedIn dengan menumbuhkan pelanggan individual maupun organisasi serta melalui iklan.