√ OJK Minta Bank Blokir 85 Rekening Terkait Pinjol Ilegal: Fokus pada Ciri-Ciri dan Regulasi yang Berlaku - Kabar Teknologi

OJK Minta Bank Blokir 85 Rekening Terkait Pinjol Ilegal: Fokus pada Ciri-Ciri dan Regulasi yang Berlaku

Kabar Teknologi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta bank untuk memblokir lebih dari 85 rekening yang terkait dengan pinjaman online ilegal. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap praktik pinjol ilegal yang semakin merajalela. Sejak bulan September hingga awal Desember, 85 rekening teridentifikasi dan telah diblokir.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya peningkatan pelaksanaan customer due diligence (CDD) dan enhanced due diligence (EDD) oleh bank. CDD/EDD ini mencakup identifikasi, verifikasi, dan pemantauan nasabah secara dini untuk memastikan transaksi sesuai dengan profil dan karakteristiknya.

Dian Ediana Rae juga memberikan enam ciri umum rekening pinjaman online ilegal yang perlu diwaspadai, antara lain:
  1. Tidak terdaftar atau tidak memiliki izin dari OJK.
  2. Menawarkan bunga tinggi yang tidak wajar.
  3. Persyaratan perjanjian pinjaman yang tidak jelas dan merugikan nasabah.
  4. Penawaran melalui Spam, SMS, atau media sosial tanpa izin.
  5. Meminta akses terhadap data pribadi nasabah.
  6. Tidak memiliki identitas kantor yang jelas atau alamat yang terverifikasi.
Pemblokiran rekening pinjol ilegal diatur oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). OJK mendorong bank untuk melakukan analisis dan pemblokiran rekening secara mandiri guna mengamankan sistem keuangan dari risiko pinjol ilegal. Tindakan ini sejalan dengan regulasi yang berlaku untuk melindungi keamanan nasabah dan mencegah praktek ilegal dalam sektor keuangan.

Get notifications from this blog